RSS

SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

A. DARAH

Darah adalah cairan berwarna merah yang terdapat di dalam pembuluh darah, warna tersebut dapat berubah-bah. Bila kadar oksigennya tinggi maka warna darahnya menjadi merah muda, tetapi bila kadar karbondioksidanya tinggi maka warna darahnya menjadi merah tua. Volume darah manusia adalah 8% dari berat badannya. Darah manusia terdiri atas 2 komponen utama, yaitu sel-sel darah dan plasma atau cairan darah. Sel-sel darah merupakan bagian terbesar dari darah, yaitu sekitar 40-50%. Sisanya adalah plasma darah.

Fungsi darah bagi manusia antara lain :

-          Mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung lalu ke seluruh bagian tubuh.

-          Mengangkut sisa-sisa metasbolisme dalam tubuh ke kulit dan ginjal.

-          Mengangkut karbondioksida dari seluruh bagian tubuh ke jantung lalu ke paru-paru.

-          Mengangkut sari makanan dari usus ke seluruh bagian tubuh.

-          Mengedarkan hormon.

-          Mengatur suhu tubuh.

-          Menutup luka.

-          Membinasakan kuman penyakit.

1.       Plasma darah

Plasma darah merupakan bagian terbesar di dalam darah. Plasma darah terdiri dari sekitar 90% air; 8% protein yang terdiri atas protein-protein albumin, hormone, globulin, protombin, dan fibrinogen; 0,9% mineral yang terdiri atas NaCl, natrium, bikarbonat, kalsium, fosfor, magnesium, besi; 0.1% terdiri atas glukosa, lemak, asam urat, asam amino, enzim, dan antigen.

Fungsi plasma darah yaitu :

Ø  Menghasilkan zat antibodi

Ø  Menghatarkan sari-sari makanan ke sel-sel di seluruh bagian tubuh

Ø  Mengangkut zat-zat sisa dari sel-sel tubuh kea lat pengeluaran

2.       Sel darah

Sel darah ada tiga macam, yaitu :

Ø  Sel darah merah (eritrosit); jumlahnya berkisar antara 4-6 juta/mm³. Sel darahnya berbentuk bulat, pipih, dibagian tengahnya agak mencekung, dan memiliki garis tengah sekitar 7,5 μm. Erotrosit dibentuk dalam sumsum merah tulang pada tulang pipa dan tulang pipih. Pada saat masih menjadi janin dalam kandungan, eritrosit dibentuk dalam hati dan limfa. Eritrosit berwarna merah karena adanya Hemoglobin (Hb) yang mengandung unsur besi. Hemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen.

Ø  Sel darah putih (leukosit); jumlahnya berkisar antara 5-10 ribu/mm³. Bentuk leukosit tidak tetap, berinti dan bergerak aktif. Sel darah putih dapat menembus dinding pembuluh darah kapiler dan masuk ke dalam jaringan tubuh. Kemampuan ini disebut diapedesis. Garis tengah leukosit adalah sekitar 9-15 μm. Leukosit diproduksi di dalam sumsum merah, kelenjar getah bening, dan limfa. Fungsi utama leukosit adalah memakan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu leukosit bersifat fagosit. Leukosit dapat dibagi menjadi dua, yaitu leukosit granulosit yang dibedakan menjadi tiga jenis (neutrofil, eosinofil, basofil) dan leukosit agranulosit yang dibedakan menjadi 2 jenis (limfosit, monosit).

Ø  Keping darah (trombosit); jumlahnya berkisar antara 250-500 ribu/mm³. Bentuknya tidak teratur, tidak berinti, dan diproduksi di sumsum merah tulang pipih. Fungsi trombosit adalah membantu proses pembekuan darah.

B. GOLONGAN DARAH

Didalam sel darah merah ditemukan antigen (aglutinogen) dan di dalam plasma darah ditemukan antibodi (aglutinin). Hal tersebut pertama kali ditemukan oleh Dr. Landsteiner dan Donath.

1.       Golongan darah A, B, O

Golongan darah Aglutinogen Aglutinin
A A β
B B Α
AB A dan B -
O - α dan β

Golongan darah seseorang dapat diketahui dengan pengujian menggunakan aglutinin α dan β atau serum anti α dan β. Jika darah seseorang yang diberi serum aglutinin α maupun β tidak mengalami aglutinase ( penggumpalan), kemungkinan golongan darahnya O. Jika seseorang yang diberi serum aglutinin α maupun β mengalami aglutinase ( penggumpalan), kemungkinan golongan darahnya AB. Penggolongan darah manusia ini bermanfaat untuk proses transfusi darah, yaitu pemberian darah dari seseorang (donor) kepada orang yang memerlukan (resipien). Dalam transfusi darah bagi donor, yang diperhatikan adalah aglutinogennya, sedangkan bagi resipien, yang diperhatikan adalah aglutininnya.

2.       Golongan darah Rhesus

Penggolongan darah ini dibuat berdasarkan rhesusnya ( positif atau negatif). Nama penggolongan darah ini berdasarkan penelitian dari kera rhesus. Dibagi menjadi dua, yaitu rhesus positif (Rh) dan rhesus negatif (rh). Jika kedua rhesus ini bertemu akan mengakibatkan aglutnasi. Pada umumnya rhesus anak sama dengan rhesus ibunya.

C. ALAT PEREDARAN DARAH

1.       Jantung

Jantung berbentuk kerucut dan besarnya sekepalan tangan, dengan berat sekitar 300 gram. Jantung terletak di dalam rongga dada dan berfungsi sebagai alat pemompa darah. Jantung terbungkus oleh kantung perikardium yang terdiri atas dua lapisan, yaitu lamina panistalis (sebelah luar) dan lamina viseralis (menempel di dinding jantung). Di antara kedua lapisan ini terdapat kavum perikardii yang berisi cairan perikardii.

Ø  Serambi kanan (atrium kanan) : bertugas menerima darah kotor dari seluruh bagian tubuh.

Ø  Serambi kiri (atrium kiri) : bertugas menerima darah bersih dari paru-paru.

Ø  Bilik kanan (ventrikel kanan) : bertugas memompa darah kotor dari jantung ke paru-paru.

Ø  Bilik kiri (ventrikel kiri) : bertugas memompa darah bersih dari jantung ke seluruh bagian tubuh.

Cara kerja jantung tidak bias dikendalikan oleh kita (bekerja tidak sadar), sebab kerja jantung dikendalikan oleh sarf otonom. Jantung bejerja dengan cara kontraksi dan relaksasi. Mekanisme kerja

jantung adalah sebagai berikut.

Ø  Pada saat serambi relaksasi, darah dari pembuluh balik ke tubuh dan paru-paru masuk ke serambi jantung.

Ø  Ketika kedua serambi kontraksi bilik mengembang sehingga darah mengalir ke bilik.

Ø  Pada saat kedua darah menguncup, darah keluara dari bilik kiri melalui aorta keseluruh tubuh dan dari bilik kanan menuju paru-paru. Satu kali kontraksi dan relaksasi menyebabkan denyut jantung yang menimbulkan denyut nadi.

2.       Pembuluh darah

Pembuluh darah berfungsi sebagai saluran yang mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Ada dua macam pembuluh darah, yaitu :

Ø  Pembuluh nadi (arteri); adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari jantung. Pembuluh nadi yang paling besar dinamakan aorta. Pembuluh nadi tersebut bercabang-cabang membentuk pembuluh yang lebih kecil, yang disebut arteriol. Arteriol bercabang halus diseluruh tubuh disebut kapiler. Pembuluh nadi bertugas mengalirkan darah bersih ke seluruh bagian tubuh, kecuali pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis), bertugas mengalirkan darah kotor dari bilik kanan ke paru-paru.

Ø  Pembuluh balik (vena); adalah pembuluh darah yang m engalirkan darah ke jantung. Pembuluh balik dari seluruh tubuh bermuara menjadi satu pembuluh balik besar yang disebut vena kava. Pembuluh vena dibedakan menjadi tiga, yaitu vena kava superior yang berfungsi untuk mengalirkan darah dari tubuh bagian atas ke serambi kanan jantung, kemudian vena kava inferior yang berfungsi untuk mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke serambi kanan jantung, dan vena kava pulmonalis yang berfungsi untuk mengalirkan darah bersih dari paru-paru ke serambi kiri jantung. Fungsi pembuluh balik yaitu mengalirkan darah kotor dari seluruh bagian tubuh ke jantung, kecuali pembuluh balik paru-paru (vena kava pulmonalis).

D. SISTEM PEREDARAN LIMFA

Limfa berasal dari plasma darah, yang ketika didalam keluar dari kapiler halus. Disepanjang pembuluh limfa terdapat limfa atau nodus. Kelenjar ini berfungsi untuk menyaring kuman. Peredaran limfa atau getah bening dimulai dari jaringan dan berakhir pada pembuluh balik di bawah selangka , karena dalam peredarannya, getah bening tidak selalu didalam pembuluh maka peredaran getah bening disebut dengan peredaran terbuka. Pembuluh limfa ada dua macam, yaitu :

Ø  Pembuluh limfa dada kiri atau duktus toraksikus, mengalirkan getah bening limfa dari alat-alat tubuh bagian bawah, dan alat tubuh bagian atas sebelah kiri. Pembuluh getah bening masuk ke pembuluh balik bawah selangka kiri.

Ø  Pembuluh limfa dada kanan atau duktus limfikus dekster, mengalirkan getah bening dari alat-alat tubuh bagian atas sebelah kanan seperti kepala bagian kanan, leher bagian kanan, dada bagian kanan, paru-paru bagian kanan, jantung dan tangan kanan. Pembuluh ini berakhir pada pembuluh balik di bawah selangka kanan.

Beberapa kelemjar getah limfa yang besar adalah kelenjar limfa pada ketiak, lutut, dan leher. Jika tubuh terkena infeksi kuman, maka kelenjar limfa akan membengkak.

E. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH

Ø  Hemofilia, adalah penyakit keturunan dimana darah sukar membeku.

Ø Anemia, adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.

Ø Leukimia, adalah penyakit yang disebabkan oleh jumlah sel darah putih yang terlalu banyak.

Ø Leukopenia, adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih.

Ø Poligloboli, adalah penyakit yang disebabkan karena terlalu banyak sel darah merah.

Ø Hipertensi, adalah penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi dalam arteri.

Ø Varises, adalah pelebaran pembuluh balik umumnya terjadi pada betis. Jika terjadi pada anus disebut ambeien atau wasir.

Ø Jantung koroner, dapat terjadi Karena penyumbatan pada pembuluh arteri koronaria pada jantung.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: